Friday, April 15, 2011
Tanpa Tangan, Jadi Pemenang Menulis
| Tanpa Tangan, Jadi Pemenang Menulis |
Tanpa Tangan, Jadi Pemenang Menulis Cacat tubuh seharusnya bukan menjadi alasan bagi seseorang untuk bermanja-manja,dikasihani dan tak mau belajar atau bekerja keras agar bisa hidup lebih layak.Seorang anak yang masih duduk di bangku kelas 5 SD Readfield,Maine,Amerika Serikat (AS),bernama Nicholas Maxim,telah mengajarkan banyak orang bahwa kekurangan yang ada pada tubuhnya bukan penghalang baginya untuk
bisa berprestasi.
Semangat hidup yang tinggi membuat Nicholas mampu untuk terus menempa dirinya.Fisiknya memang tak sempurna.Bocah berusia 10 tahun itu lahir tanpa kedua tangan,satu lutut dan tungkai bawah.Namun,halangan ketidaksempurnaan fisik itu tak menyurutkannya untuk
terus bersemangat dalam menjalani kehidupan.
Pada 4 April lalu Nicholas
mendapatkan kejutan saat mengikuti pertemuan di sekolahnya.Dengan muka tak percaya,dia mendengar namanya disebut kepala sekolahnya sebagai pemenang kontes menulis bergengsi, Kontes Tahunan Tulisan Tangan Nasional (National Handwriting Contest) ke-20 yang digelar penerbit buku
pelajaran Zaner-Bloser. Tak hanya memenangkan kontes itu.Keberadaan Nicholas dalam kontes itu telah menginspirasi penerbit buku itu membuka kategori baru dalam kontes berikutnya. Kategori itu adalah
Nicholas Maxim Special Award for Excellent Penmanship sebagai bentuk penghargaan kepada Nicholas.Kategori baru ini diharapkan akan menginspirasi banyak siswa untuk lebih erprestasi. Penerima pertamanya,tak lain dan tak bukan adalah Nicholas. Nicholas memang tak pernah menyangka bakal mendapatkan kehormatan seperti itu.Bahkan,dia juga tak tahu kalau tulisannya ikut kompetisi.Lantas bagaimana dia bisa memenangkan penghargaan itu? Semua itu bisa terjadi tak lain dan tak bukan akibat campur tangan sang kepala sekolah SD
Readfield,Cheryl Hasenfus.
Hasenfus terkesan saat membaca tulisan Nicholas.Tanpa sepengetahuan siswanya itu,sang kepala sekolah mengirimkan tulisan tersebut ke kompetisi menulis itu.“Kami menyerahkan namanya karena kami merasa tulisan tangan dia sangat mengagumkan mengingat dia menyelesaikan sebagian besar karyanya tanpa tubuh yang
lengkap,”ujar Hasenfus dikutip AOL News. Tentu saja Nicholas kaget sekali waktu tahu tulisannya menjadi pemenang dalam kompetisi itu.Kebanggaan dan rasa tak percaya jelas
tersirat di wajahnya tatkala Hasenfus yang mewakili Zaner-Bloser menyerahkan
piala untuk Nicholas. Menurut Zaner-Bloser, tulisan bocah berambut cokelat itu berhasil membuat para juri terkesan.Yang membuat nilai Nicholas makin bertambah adalah ketika
mereka tahu bocah itu menuliskan karyanya hanya menggunakan lengan atasnya.
Namun,hasil tulisannya sangat indah. “Ketika tim kami melihat tulisan tangan Nicholas,kami
benar-benar takjub.Sejak kami memulai kontes ini 20 tahun yang lalu,kami telah mendapatkan respons besar yang meningkat setiap tahun, dan Nicholas menginspirasi kami untuk mendorong semua siswa untuk berpartisipasi,” ungkap Presiden Zaner-Bloser, Bob Page.
Tulisan Nicholas itu terpilih dari lebih dari 200.000 tulisan tangan yang diterima
Zaner-Bloser yang berbasis di Columbus,Ohio,dalam kompetisi tahunan tahun lalu itu.
![]() |
| Tanpa Tangan, Jadi Pemenang Menulis |
Kemenangan Nicholas pun ternyata menginspirasi banyak penyandang cacat
lainnya.Saat ini mereka sedang deg-degan menunggu hasil kompetisi tahun ini yang
rencananya akan diumumkan di Konvensi Tahunan Asosiasi Membaca Internasional pada
10 Mei di Orlando,Florida. Zaner-Bloser memperkirakan lebih dari 2,5 juta siswa telah
berpartisipasi dalam kompetisi selama 20 tahun itu.
Menurut sang ibu,Terri
Maxim, keberhasilan Nicholas adalah karena ketekunan yang luar biasa.“Dia memiliki
etos kerja yang sangat tinggi. Dia tidak pernah menyerah. Dia Tidak pernah berhenti
membuat saya takjub pada apa yang bisa dilakukannya,” katanya kepada AOL News.
Piala baru yang dipegang Nicholas pun membuat dia bersemangat melakukan
banyak hal lagi.Tak berbeda dengan Terry, sang ayah,Everett Maxim,
juga mengaku sangat bangga atas prestasi anaknya,namun dia tidak terkejut.Menurut
Everett, tidak ada yang tidak bisa dilakukan Nicholas.“Jika dia ingin melakukan sesuatu,
dia menempatkan pikiran untuk itu dan terus bekerja sampai dia mendapatkan dengan cara yang dia inginkan,”katanya.“Tidak semua dari kita bisa menjadi Tom Brady (atlet baseball terkenal AS),tetapi kita semua memiliki hal-hal istimewa yang dapat kita lakukan.Kami hanya perlu mencoba segala cara untuk mencari tahu.
Suatu hari,dia akan berlari dan memanjat dinding batu.” Sahabat terbaik Nicholas, Quinn Hyland,mengangguk setuju dengan pendapat Maxim.Menurut Hyland, Nicholas bisa melakukan halhal yang juga dia lakukan dan
hal-hal yang tidak bisa dilakukan oleh dirinya. “Tulisan tangannya lebih baik
daripada kebanyakan orang di sini,”ujarnya. Penghargaan itu tentu bukan hanya karena Nicholas bisa menulis dengan tangan walaupun tak punya tangan, namun juga karena semangat
Nicholas untuk tidak mau bermanja-manja dan diperlakukan berbeda dari anak-anak lain yang lebih “normal.”Sepanjang hidupnya,Nicholas selalu mencintai semua hal yang
berkaitan dengan menulis, menggambar,atau mewarnai.Bocah yang akrab disapa Nick itu sejak kecil suka mewarnai dengan krayon,meski memiliki keterbatasan gerak.
“Dimulai dengan mewarnai, krayon telah memberikan jalan untuk pulpen dan pensil bagi Nick.Dia terus berlatih menggunakan alat-alat itu di waktu senggangnya.Dia menggambar,menggambar dan menggambar,”ujar Terri Maxim,ibu Nicholas,kepada AOL News.“Dia juga senang olahraga.Tapi,cinta sejatinya, selain football (rugbyala Amerika) dan baseball adalah menulis.” Dalam kesehariannya, kehidupan Nicholas tak berbeda dengan banyak temannya.Nicholas sangat gemar menulis dan menggambar ilustrasi komik.Namun,dia tidak akan
melewatkan kesempatan menyaksikan klub-klub olahraga kesayangannya,
Patriots (football) dan Red Sox (baseball),bertanding. Sayangnya pergerakan fisiknya memang terbatas.
Jika di sekolah,dia hanya bisa berjalan-jalan dengan kursi rodanya di aula sekolah.Hidup Nicholas memang sepertinya hanya ditentukan oleh lengan atas untuk semua kegiatan yang dia lakukan.Mulai dari membuka kotak susu,menggunting,
menggambar,atau menulis di sekolah.Namun, semua itu tidak menjadikannya rendah diri.Dia justru tetap ceria di sekolah. Dalam waktu dekat.Nicholas akan mendapatkan “bantuan”
untuk meringankan bebannya.Dia akan menggunakan kaki palsu untuk mempermudah aktivitasnya
sehari-hari.Namun,dia tetap menolak untuk menggunakan lengan palsu.
Labels:
inspirasi
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment